Maukah kamu menikahi dirimu sendiri? (Would you marry you?)


Would you marry you?

susunan kalimat yang aneh, tidak kah kalimat itu salah?

tidak, kalimat itu benar,

maukah kamu menikahi dirimu sendiri?

ini adalah sebuah pertanyaan untuk instrospeksi diri,

dengan pertanyaan ini, kita harus mengendapkan seluruh ego kita, dan bertanya kepada diri kita sendiri,

jika kamu mau menikah, maukah kamu memiliki pasangan seperti dirimu?dengan segala kurang dan lebihnya?

jika kita adalah seorang anak, maukah kita memiliki orang tua seperti diri kita sendiri?

jika seorang sahabat, maukah kita memiliki sahabat dengan kepribadian seperti diri kita sendiri?

segala kepribadian, yang baik dan yang buruknya,

dan jika kita sebagai penjual, maukah kita membeli barang yang kita tawarkan saat ini? 

banyak orang saat berhubungan dengan orang lain, "memaksa" orang lain untuk menerima begitu saja semua yang ada di dalam diri kita, termasuk segala kepribadian buruk yang melekat di dalamnya

sementara, jika orang lain melakukan hal buruk / memiliki kepribadian buruk yang sama persis dengan kita, seringkali kita menolak untuk menerimanya

seringkali kita menyadari bahwa kita egois, kita pemarah, namun saat orang lain melakukan hal yang sama kepada kita, kita tak mau menerimanya,

apabila kita tidak terima saat orang lain bersikap buruk terhadap diri kita, bagaimana bisa kita berpikir orang lain mau menerima sikap buruk yang kita lakukan kepada dia,

buang ego ke titik nol, catat segala sifat buruk yang kita miliki, akui tanpa berusaha mencari pembenaran,

lalu pertanyakan kepada diri sendiri, jika sifat buruk itu dilakukan oleh orang lain persis kepada kita, maukah kita menerimanya?

would you marry you?

nb : terinspirasi dari buku berjudul : menertawakan diri sendiri
Baca SelengkapnyaMaukah kamu menikahi dirimu sendiri? (Would you marry you?)

Beda Orang Indonesia Dengan Orang Bule


maap klw  cuma mw share,,

Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:

A  B  C D  E  F G H  I   J   K   L  M   N   O  P   Q   R  S   T  U
1  2   3 4  5  6 7  8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Mari kita hitung sama-sama gan:

H A R D W O R K ( kerjakeras )
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + 15 + 18 + 11 = 98 %

K N O W L E D G E ( pengetahuan )
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96 %

L U C K ( keberuntungan ]
12 + 21 + 3 + 11 = 47 %




ternyata ... semua nilai dari usaha-usaha kita di atas nggak bisa 
mengalahkan yang satu ini

ATTITUDE
( sikap / tingkah laku )
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100 %


Kalau di Indonesia sih, itung-itungannya begini

      G I G I H (hardwork):
7 + 9 + 7 + 9 + 8 = 40 %

      I L M U (Knowledge)
9 + 12 + 13 + 21 = 55 %


             M U J U R (Luck)
13 + 21 + 10 + 21 + 18 = 83 %


       S I K A P (Attitude)
19 + 9 + 11 + 1 + 16 = 56 %



                  K O R U P S I
11 + 15 + 18 + 21 + 16 + 19 + 9 = 109 %





Jadi kalo di Indonesia yang paling penting bukan ATTITUDE , tapi KORUPSI gan!!!

Note : Thread Ini cuman Joke, khusus orang  di DPR yg banyak KORUPSI..

sumber :

Baca SelengkapnyaBeda Orang Indonesia Dengan Orang Bule

Satu Satunya Harapan


Ada sebuah lagu di dalam jiwaku.
Ini adalah salah satu yang saya sudah mencoba untuk menulis lagi dan lagi
Aku terjaga dalam dingin yang tak terbatas.
Tapi Anda bernyanyi untukku berulang-ulang.
Jadi, aku membaringkan kepalaku kembali.
Dan aku mengangkat tangan dan berdoa
Untuk menjadi milikmu saja, aku berdoa, hanya milikmu
Aku tahu sekarang kau satu-satunya harapanku.
Bernyanyi  untukku lagu bintang-bintang.
galaksimu menari dan tertawa dan tertawa lagi.
Ketika terasa seperti mimpi saya jauh
Bernyanyi untuk saya rencana yang Anda miliki untuk saya lagi.
Jadi aku meletakkan kepalaku kembali.
Dan aku mengangkat tangan dan berdoa
Untuk menjadi milikmu saja, saya berdoa, hanya milikmu
Aku tahu sekarang, kau satu-satunya harapanku.
Saya memberikan takdir saya.
Aku memberimu semua dariku
Saya ingin  simfonimu, bernyanyi  semua tentangku..
Baca SelengkapnyaSatu Satunya Harapan

Hikmah Di Balik Macetnya Surabaya



Surabaya adalah kota yang lumpuh setiap pagi hari dan sore hari, ya itulah pendapat saya. Di balik statusnya sebagai kota terbesar nomor 2 di indonesia ,surabaya juga menyimpan jutaan amarah dari merahnya lampu merah walaupun sudah pindah ke lampu hijau.

…………………………………………………………………………………………………………………………………… …………..

Oooo….jelas sangat marah para pengguna jalan tersebut, walaupun Traffic Light lampunya berubah ke hijau namun para pengguna jalan tersebut tetap merasakan kerasnya jeruji lampu merah. Tapi bukankah ini hal biasa? Rasanya juga sudah bosan jika terus-menerus membahas tentang lumpuhnya kota surabaya setiap pagi hari dan sore hari. Surabaya tetap kota yang lumpuh bagai kakek tua yang dihajar habis-habisan oleh sekelompok anak muda. Akhirnya nikmati saja musibah kemacetan yang melanda.

Kenyataannya memang ini opini yang bodoh jika dikatakan nikmatilah kemacetan. Maka akan timbul pertanyaan, apa yang bisa dinikmati dari kemacetan? Jawabannya ya kebodohan itu yang bisa dinikmati, namun sayang seribu sayang kenikmatan ini tidak bisa dinikmati oleh orang mapan. Kenikmatan ini sangat segemented, hanya untuk anak jalanan, pedagang kecil dan pengangguran.

Anak jalanan dapat menikmati dan memanfaatkan kemacetan ini dengan ngamen bersama teman-temannya dari bis kota yang satu ke bis kota yang lainnya. Ternyata lumayan, ada berkah di balik kemacetan bagi mereka, bernyanyi dua buah atau tiga buah lagu, dalam setiap bis nya bisa saja menghasilkan uang Rp. 5.000 yang nantinya bisa digunakan untuk makan dan keperluan lainnya.

Kenikmatan yang dirasakan pedagang kecil berbeda lagi dari anak jalanan. Mereka bisa menawarkan barang dagangannya dengan mudah tanpa harus berlari-lari mengejar bis kota atau menghentikan laju kendaraan yang memang berbahaya jika dilakukan. Jelas barang dagangan mereka akan lebih laku keras ketika macet dibanding lancar. Karena kemungkinan besar para pengguna jalan atau penumpang bis membutuhkan suplai lebih banyak kertas tissu untuk menghapus keringat, permen untuk menghilangkan jenuh dan rokok sebagai relaksasi.

Ada juga kenikmatan untuk tipe masyarakat kelas pengangguran. Memang secara finansial mereka tidak mendapatkan apa-apa dari kemacetan ini. Namun secara psikologis mereka sangat diuntungkan. Mereka bisa mendapat hiburan gratis dengan duduk di halte sambil menonton lucu nya orang-orang berdasi dengan mobilnya yang mewah dan ijazah S1 atau lebih tinggi sedang marah-marah akibat jebakannya sendiri sambil berteriak,
“WOY GOBLOK / JANCOK / ASU !!! JALAN DONG!!!.( gramar surabaya)”.

Lalu para pengaguran itu saling bercengkrama, “Orang GOBLOKl kok teriak GOBLOK. Kan mereka sendiri yang bikin macet. Lihat saja, satu mobil isinya satu orang.”.

Lalu yang lainnya menjawab, “Itu namanya kena jebakan sendiri bos, hehehe.”.

Dan yang lainnya ikut nyeletuk, “Ternyata ijazah S1 nya gak bisa ngebebasin mereka dari kemacetan boss, mendingan kita gak pernah sekolah tapi gak pernah kena macet,hehehehe.”.
Baca SelengkapnyaHikmah Di Balik Macetnya Surabaya